Jalur Pendakian 4 Gunung Ini Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan

Traveling

Jalur pendakian di 4 gunung ini ditutup untuk sementara karena mengalami kebakaran hutan. Kawasan hutan di beberapa gunung di Indonesia alami kebakaran, sehingga pihak pengelola memutuskan untuk menutup jalur pendakian gunung ini untuk sementara waktu. Gunung yang jalur pendakiannya mengalami penutupan ini mulai dari Gunung Rinjani, Gunung Ranti (Kawah Ijen) hingga Gunung Argopuro.

Dilansir dari berbagai sumber, simak jalur pendakian di 4 gunung di Indonesia yang ditutup untuk sementara akibar mengalami kebakaran. Kebakaran hutan di sekitar Pos 3 jalur Pendakian Gunung Rinjani via Senaru mengakibatkan penutupan semua jalur pendakian untuk sementara waktu. Penutupan semua jalur pendakian tersebut terhitung sejak Minggu (20/10/2019) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan jalur pendakian ini untuk memaksimalkan penanganan kebakaran, memastikan jalur pendakian aman dari kebakaran dan menjaga keselamatan para pendaki. Jalur pendakian Gunung Rinjani yang ditutup meliputi jalur pendakian Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Untuk pendaki yang telah melakukan booking online, bisa melakukan reschedule pendakian.

Pendaftaran ulang pendakian Gunung Rinjani ini sesuai dengan ketersediaan kouta pada semua jalur pendakian. Reschedule ini dapat dilakukan melalui aplikasi eRinjani atau reschedule offline melalui petugas di pintu pendakian atau bantuan operator melalui hotline +62811283939. Gunung Ranti yang berada di perbatasan wilayah Bondowoso dan Banyuwangi juga mengalami kebakaran sejak Sabtu (19/10/2019).

Akibatnya Kawasan Taman Wisata Kawah Ijen ditutup untuk sementara waktu. Hingga Minggu (20/10/2019) jalur pendakian menuju Kawah Ijen masih ditutup. Pihak BPBD Banyuwangi telah koordinasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat untuk melakukan sejumlah penanganan sehingga kebakaran hutan di Gunung Ranti tidak meluas.

Eka mengatakan, BPBD juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD untuk membantu Perhutani sekaligus melakukan asessment dampak dari kebakaran hutan. Menurutnya sekitar 10 hektare lahan di Gunung Ranti yang terbakar. Selain itu, pihak kepolisian juga mengevakuasi masyarakat dan wisatawan di sekitar Kawah Ijen.

Pengunjung yang datang dihentikan di kawasan Gentasan atau sekitar 10 kilometer dari Paltuding Kawah Ijen. Hutan di Gunung Arjuno, Jawa Timur kembali terbakar, Sabtu (12/10/2019). Kebakaran tersebut kembali terjadi di Blok Putuk Lembu Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Api mulai terdeteksi di kawasan itu pada Kamis (10/10/2019). Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Ahmad Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan 40 personel untuk memadamkan api di lokasi kebakaran. Sementara itu, belum diketahui luas lahan yang sudah terbakar dan juga penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui.

Kebakaran hutan di Gunung Arjuno ini merupakan kebakaran yang ketiga kalinya selama musim kemarau tahun 2019. Hutan di Gunung Arjuno juga terbakar pada akhir Juli hingga awal Agustus. Saat itu, kebakaran mencapai luasan 300 hektar. Kebakaran itu baru padam setelah petugas mengerahkan water bombing atau pengeboman air melalui helikopter.

Lalu, pada akhir September, gunung setinggi 3.339 mdpl itu kembali terbakar di Blok Gunung Kembar dengan luasan mencapai 100 hektar. Akibatnya empat jalur pendakian Gunung Arjuno telah ditutup sementara sejak Senin (29/7/2019) yang lalu hingga saat ini. Jalur pendakian dari Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu; Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang; Purwosari; dan jalur pendakian dari Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kebakaran hutan di kawasan Gunung Argopuro semakin meluas pada Senin (21/10/2019). Berdasarkan data dari BPBD Jember, kebakaran di hutan yang membentang di empat kabupaten itu mencapai kurang lebih 4.612 hektare. Hutan yang terbakar ada yang berada di kawasan Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), juga ada di kawasan Perhutani.

Sejak Sabtu (19/10/2019) kebakaran sudah mulai terlihat dari sejumlah kawasan di Jember, bahkan warna merah dari api yang membakar lahan terlihat dari kawasan perkotaan Jember, pada Minggu (20/10/2019) malam. Akibat makin massifnya kebakaran di kawasan Argopuro, BPBD Jember membentuk dua tim pemantauan. Tim 1 BPBD Jember bersama sejumlah unsur lain memantau di kawasan bawah. Senin (21/10/2019), pemantauan dilakukan di atas Perkebunan Rayap Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa, Jember.

Di kawasan ini, hutan yang terbakar berada di perbatasan hutan Perhutani dan KSDA dengan pepohonan yang terbakar didominasi oleh tanaman bambu. Sedangkan Tim 2, adalah pemantau yang sudah berangkat sejak Minggu (20/10/2019). Tim ini menjangkau kawasan lebih atas di Gunung Argopuro. Tim menjangkau titik api yang sulit, dengan cara berjalan kaki dan bermalam.

Dari informasi yang dihimpun Surya, di ketinggian 1.694 Mdpl tim menemukan areal kebakaran yang sangat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *